Tengku Uwais adha tengku Jamil
Dhamia Dharwanisha Darwish
Dhamia Dharwanisha Darwish
"cinta tidak mengenal apa itu kesakitan.."
Uwais mengerling jam ditangannya. Jam menunjukkan angka 2pm. Penerbangan uwais ditunda sejam. Mata uwais ligat mencari kelibat pembantu papanya.
Sementara dhamia pula sedang mengangkat tanda nama yang ditulis oleh tengku jamil. U.adwa. baca dhamia perlahan sambil tergelak kecil. Tulisan ntah apa-apa, nama pula pelik. Luah dhamia perlahan.
“assalamualaikum...”, suara garau dari belakang dhamia membuatkan dhamia tersentak lantas papan tanda tersebut jatuh ke lantai. Uwais pelik dengan perlakuan dhamia tanpa menyedari perempuan yang membelakanginya sekarang ini adalah dhamia dharwish.
“awk pembantu tengku jamil kan..”, soal uwais meminta kepastian. Namun dhamia masih tidak berganjak. Dhamia membetulkan tudung yang melitupi rambutnya sebelum memalingkan wajahnya mengadap uwais. Ternyata uwais terkejut apabila melihat dhamia.
“dhamia....”, uwais terkedu. Dhamia tersenyum penuh kepura2an.
“ya en uwais...boleh kita gerak sekarang?”, soal dhamia lantas mengambil beg dari tangan uwais.
“oo..ya..beg ni saya bawa...”, uwais berkata sambil melangkah perlahan mengikuti dhamia. Di dalam kereta, mereka hanya diam seribu bahasa. Uwais masih lg terkejut. Dhamia juga begitu.
“you work with my father mia?”, soal uwais memecahkan kesunyian. Dhamia hanya mengangguk.
“ooo...good...x sangka dunia ni kecil kan mia...so, how ur life?”,
“mcm biasa encik...work, eat...and work again...”,lemah jawapan dhamia.
“please buangkan perkataan encik bila bercakap dengan sy..i dont like it..”,
“baik enc...er, baik uwais..”,
“good...u look...nice when wearing this tudung....”, ujar uwais perlahan tetapi masih dapat didengari oleh dhamia.
“thanx...”, merah padam muka dhamia bila mendengar pujian dari uwais. Uwais memejamkan matanya sambil mengeluh kecil.
“mia... u look terrible...much thinner than before...and i dont like this situation.. we are pretend each other.. and im die with this situation...we seem foreigner...”, kata-kata dari uwais menyebabkan dhamia tersentak. Uwais masih tidak melupakan kisah dulu. Memang uwais, aku tersiksa..tersiksa semenjak kau tinggalkan aku dulu. Rintih hati dhamia.
“i mcm biasa je...mana ada i kurus..i ok apa...im happy with my life...”,
“adam....”, soalan dari uwais menyebabkan dhamia terdiam.
“mia..im asking u about adam...you dan dia dah kahwin kew?”, soalan dari uwais hanya di angguk oleh dhamia. Uwais menepuk kepala. Keluhan berat kedengaran dari mulut uwais.
“u dah jadi milik org.... anyways congaratulation... sorry tak boleh attend wedding u all...”, dhamia hanya tersenyum dalam duka. Uwais mendiamkan diri. Suasana sunyi menyelubungi diri mereka.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan